Jumlah Perusahaan Yang Tutup Di Batam Meningkat

Selama masa pandemi, ada banyak event olahraga yang terpaksa harus ditunda hingga dibatalkan, sebut saja Premier League, Serie A, La Liga, Bundesliga hingga Euro 2020. Selama masa pandemi, orang-orang lebih memilih ‘mengurung diri’ dirumah masing-masing. Kondisi inilah yang membuat banyak orang memutuskan untuk ‘melupakan’ sejenak bar dan resto yang biasa mereka kunjungi. Imbasnya, beberapa tempat wisata harus tutup akibat tidak ada pengunjung. Bahkan demi bertahan hidup, beberapa resort nekat mengubah konsep usahanya dengan menawarkan paket karantina diri bagi mereka yang dalam pemantauan. Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 yang berlaku dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Pertama, pengusaha dapat melakukan PHK terhadap karyawannya karena perusahaan tutup selama 2 tahun tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian. Kerugian ini haruslah disertai dengan bukti laporan keuangan 2 tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik. Apabila perusahaan tersebut memenuhi aspek ini, maka PHK tersebut dapat dibenarkan, tentu saja tetap memperhatikan kewajiban akibat-akibat yang timbul dari PHK tersebut. Usaha-usaha yang bergerak di bidang kesehatan seperti penyedia/penjual masker, handsinitizer, multivitamin dan jamu herbal merupakan salah satu usaha yang permintaannya meningkat di tengah pandemi ini. JAKARTA, DDTCNews – Kamar Dagang dan Industri Indonesia mencatat hingga saat ini ada lebih dari 6,4 juta pekerja yang dirumahkan atau mengalami pemutusan hubungan kerja akibat pandemi virus Corona.

Pertama, PHK dengan meminta atau memaksa pekerja untuk mengundurkan diri. “PHK dalam hal ini, harus menjadi opsi terakhir dalam melakukan efisiensi. Ini ada dalam pertimbangan dalam Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi berdasarkan Putusan MK No. 19/PUU-IX/2011.

Banyak perusahaan tutup karena covid

Maka itu, para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker hingga karyawan pusat kesehatan berada di garda terdepan untuk menjamin kesehatan masyarakat. Namun perputaran uang yang besar dalam waktu cepat membuat sektor ini tak memiliki alasan untuk mengalami kebangkrutan. Tak hanya itu, bisnis di sektor makanan dan minuman juga dianggap membutuhkan modal yang relatif kecil, tenaga kerja yang tak terlalu banyak, namun dengan margin laba yang besar dan perputaran arus kas yang cepat. Bedanya, kompensasi pesangon yang diberikan perusahaan untuk PHK dengan alasan merugi atauforce majeureyakni 1 kali ketentuan. Sedangkan, kompensasi pesangon PHK alasan efisiensi yakni 2 kali ketentuan. Sementara empat perusahaan pelanggaran yang dilakukan yakni, perkantoran tersebut tidak membatasi jumlah karyawannya maksimal 25 persen dari kapasitas normal.

Pandemi covid-19 yang membawa berbagai dampak ini, kemungkinan merubah cara perusahaan dalam merekrut calon karyawan. Dimana perusahaan tentu akan lebih mempertimbangkan calon-calon karyawan yang memiliki kompetensi pada bidang terkait. Untuk itu semua elemen pada bidang Pendidikan juga harus berbenah supaya menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi. Baik Dosen maupun Mahasiswa harus merubah cara mengajar dan belajarnya. Pelatihan-pelatihan pada bidang kompetensi tentu harus mulai digalakan, supaya menghasilkan lulusan yang mampu bersaing pada Dunia Usaha. Pandemi Covid-19 juga berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat di Indonesia.

Peningkatan kasus tersebut juga seiring dengan swab take a look at massal yang dilakukan secara intensif. Dalam masa pandemi ini, praktik PHK melalui perjanjian bersama juga terjadi, tetapi tidak banyak dan dasar hukum PHK ini adalah Pasal 151 UUK. Lantas kata Theo, kalau perusahaan tidak tutup permanen tetapi ingin melakukan efisiensi, maka bisa saja dilakukan PHK asal PHK itu menjadi pilihan terakhir. Theo menjelaskan, terhadap ketentuan Pasal 156 ayat , terdapat putusan Mahkamah Konstitusi yang merubah sedikit ketentuan dari pasal ini yakni Putusan MK No. 19/PUU-IX/2011. Theo menyebutkan, PHK ini cukup banyak di dalam praktik saat ini, yang mana dilakukan oleh perusahan yang rata-rata ialah perusahaan besar. Ia mengatakan, PHK dengan efisiensi ini kompensasi yang diberikan kepada pekerja cukup besar dan dasar hukumnya adalah Pasal 164 ayat UUK.

Lalu, bulan April lalu seharusnya ada Indonesia Fashion Week, itueventbesar bagi pelakufashion. Masih bisa order ke toko kain langganan melalui Whatsapp atau Instagram. Hanya memang, harga kain mulai naik bahkan sejak sebelum ada pembatasan skala Judi Online besar . Pedagang kain di Pasar Tanah Abang mulai kesulitan memperoleh suplai kain. Karena suplai kain mulai sulit, pedagang pun mulai menjual dengan harga agak mahal. Walau mungkin PSBB membuat agak lebih lama tapi komplaincustomertidak banyak.

Contoh, dalam perjalanan ke kantor pakai masker, tapi sampai ruangan maskernya dibuka. AKURAT.COHingga 2021 ini pandemi Covid-19 terus berlanjut dan sangat berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat, tak hanya melanda sektor pangan. Kini Covid-19 juga berdampak terhadap sektor lainnya, seperti toko bangunan, salah satunya PT. Talata Halin Persada di Jalan jendral Sudirman no 5-6 Kota Bangko kabupaten Merangin di Provinsi Jambi yang omsetnya hampir menurun drastis, hampir dari 70% omset menurun dalam kurun waktu 1 tahun ini. Menurut subekti, pressure majeure adalah suatu alasan untuk dibebaskan dari kewajiban membayar ganti rugi.

“Paling banyak ditutup memang karena ditemukan ada pegawai yang positif Covid-19.” Dalam sidak tersebut, Anies masih mempertanyakan karyawan yang hadir apakah sebanyak 25 persen. Padahal berdasarkan aturan PPKM Darurat, perusahaan asuransi tidak termasuk sektor esensial maupun kritikal, sehingga harus WFH one hundred persen. Hal ini yang membuat bisnis di industri pendidikan dan pelatihan lebih mampu bertahan saat perekonomian dalam kondisi yang buruk. Sehingga bisa dijadikan peluang bisnis sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan atas kesehatan. Berbagai latar berlakang tersebut menjadi alasan yang membuat bisnis kesehatan termasuk salah satu yang bisa bertahan di masa krisis sekalipun.