Mengapa Masih Banyak Masyarakat Tidak Percaya Penyebaran Covid

“Pengaruh tersebut membentuk persepsinya dalam keikutsertaan program vaksinasi Covid-19 pemerintah,” terangnya. Bersamaan dengan postingan masyarakat tersebut, katanya, lebih dari 1.000 cuitan merujuk pada bantahan terhadap penolakan vaksin Covid-19 Sinovac. Sementara lebih dari 4.000 cuitan mengandung kata ‘PDIP’, ‘rakyat’, ‘PKI’ dan ‘Pemerintah’ sebagai bentuk penolakan balik postingan Anggota DPR Ribka Tjiptaning yang tidak mendukung vaksin Covid-19.

Mengapa banyak konspirasi mengenai covid

COVID-19 telah berlangsung selama lebih dari tujuh bulan di dunia, namun ternyata masih banyak orang tidak percaya bahwa pandemik ini nyata. Di situ Bintang yang sepertinya sedang menjalani isolasi karena Covid-19, bilang kalau dirinya memang lagi di-endorse. Ya, kalian bisa lihat sendiri pernyataan Bintang di akun Instagram miliknya. Di IGD tempatnya menunggu, menurutnya ada belasan hingga puluhan orang lain yang ikut mengantre masuk ruang rawat inap. Begini saja, saya mau bercerita dulu tentang kisah nyata yang jelas ada di dekat saya. Kondisinya yang sedang hamil, membuatnya harus di rawat di rumah sakit.

Sambil melakukan vaksinasi Bill Gates akan memasang microchip ke dalam tubuh orang yang divaksinasi. Menurutnya, tidak bisa diketahui dampak negatif dari microchip tersebut terhadap tubuh manusia dalam jangka panjang. Dia lebih khawatir untuk mencapai obsesinya, Bill Gates telah menjalin hubungan dengan pemerintah negara seluruh dunia, termasuk Indonesia agar vaksinnya menjadi program resmi pemerintah. Dia pun menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu khawatir dengan pernyataan WHO mengenai kondisi fasilitas kesehatan di Indonesia.

Hal tersebut tercatat pada silang sengkarut soal penanganan virus dan vaksin flu burung. Pada 2005 flu burung menjadi masalah kesehatan serius seluruh dunia, dan Indonesia. Gusman tahu kalau banyak informasi yang salah soal COVID, termasuk teori konspirasi yang beredar. Teori ini mulai muncul dan beredar pada tahun 1990-an, sejak publikasi majalah Angkatan Udara Amerika tentang modifikasi cuaca. Sementara, responden yang tidak percaya COVID-19 sebagai konspirasi elit world mayoritas memiliki latar belakang pendidikan yang jauh lebih tinggi, yaitu berpendidikan S2 (90%) dan S1 (80,5%).

Ia menyatakan, seleb tersebut, di-endorse untuk “mempromosikan” Covid-19 sebagai penyakit menakutkan. Bahkan Ma’ruf menyebut saat ini banyak kalangan yang menjadi korban ketidakpercayaan terhadap pandemi covid-19. Penganut teori konspirasi adalah contoh terbaik untuk merujuk istilah “bodoh” tersebut. Mereka tak lekas mengerti bahaya semacam apa yang sedang dihadapi saat pandemi. Ketika orang-orang tumpul ini tak paham apa yang dibicarakan ilmuwan dalam artikel ilmiah, tak logis dalam berpikir, dan tidak kompeten untuk melakukan metode sains, teori konspirasi siap untuk melayani kebutuhan mereka dalam menjelaskan suatu hal.

Berbeda dengan sebuah teori yang dihasilkan dari observasi hati-hati untuk menguji hipotesis, teori konspirasi lahir dari cocoklogi—yang sebenarnya tidak nyambung sama sekali. Makanya, ia sejenis teori, karena menjelaskan sebuah kejadian atau fenomena, tetapi cara ujinya tidak asli seperti saat ilmuwan membuat teori. Meski demikian, kabar soal mutasi corona terlampau dianggap sensitif oleh netizen-netizen ini. Seperti yang saya bilang, mungkin karena mereka terlalu takut, jadi mereka langsung menyangkal fakta dan kekhawatiran yang disampaikan ilmuwan. Bagaimanapun, manusia punya insting lari dari hal yang sangat ia takuti, kata psikolog.

Devie menjawab ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu pertama sosialisasi tiada henti. Dari yang paling bawah, kebutuhan yang setiap hari dibutuhkan misalnya kebutuhan fisik, mencakup makan, tidur dan pemenuhan kebutuhan hidup lainnya. Menurutnya masih banyak masyarakat kurang mampu di luar sana dalam artian untuk makan saja masih sulit. Dalam teori ini menjelaskan jika manusia masih berada di tahap kebutuhan dibawahnya maka cenderung untuk Tembak Ikan Terpercaya tidak memikirkan kebutuhan yang ada diatasnya. Terlebih ketika masyarakat semakin lama semakin kritis ditambah situasi berbulan-bulan pandemi ini terjadi dengan kondisi diri mereka atau orang sekitar tidak terinfeksi semakin membuat mereka memperdebatkan apakah virus ini nyata adanya. Dia menjelaskan kecenderungan manusia itu mencari informasi berdasarkan apa yang mereka percayai, apa yang membuat mereka merasa aman sehingga lebih tenang.

Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk mengurangi perubahan iklim akibat akumulasi gasoline rumah kaca di dunia. Oleh karena itu, Kominfo terus berkoordinasi dengan penyedia platform untuk menghilangkan hoaks corona, termasuk yang terkait konspirasi. Dari 945 isu hoaks yang disaring, ada 104 tersangka yang ditangani kepolisian. Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur masing-masing menangani 14 dan 12 kasus. Menteri Luar Negeri AS saat itu Mike Pompeo bersikeras tahun lalu bahwa ada bukti signifikan bila virus itu berasal dari laboratorium, sementara tidak merilis bukti dan mengakui bahwa tidak ada kepastian.