Studi Ui Ungkap Tak Sedikit Warga Yang Percaya Covid

Oleh karena itu, berdasarkan survei dan analisis mendalam yang dilakukan CfDS melihat informasi media sosial di berbagai platform berpengaruh terhadap pandangan masyarakat/netizen. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teori tentang chemtrails masih belum dapat dikonfirmasi. Penampakan kabut pesawat yang ‘diduga’ chemtrails pun telah terlihat beberapa kali di Indonesia. Penampakan ini pun sering dikaitkan dengan peristiwa wabah kesehatan yang terjadi kala itu, seperti wabah flu burung. Maka, narasi dan video yang menyatakan garis asap putih yang ada di langit Pantura adalah chemtrails yang dibuat untuk membuat orang-orang sakit hingga positif virua Covid-19 adalah hoaks kategori deceptive content atau konten yang menyesatkan.

Bill Gates, yang bersama Paul Allen mendirikan Microsoft, akhirnya menjadi sasaran sebagian kalangan masyarakat atas kehancuran yang dihadirkan COVID-19. Karena, melalui presentasinya di TED misalnya, Gates memprediksi kemunculan virus mematikan–atau dapat dibaca COVID-19, Gates dianggap sebagai biang kerok kelahiran virus ini. Para tenaga kesehatan yang dituduhkan menerima bayaran tinggi karena Covid-19 ini, nyatanya banyak yang insentifnya tertahan berbulan-bulan.

Kalau dari sejuta dokter itu percaya pada covid dan vaksinasi ada 1-2 yang miring dan tidak, gitu percaya yang banyak, jangan percaya yang sedikit. Kalau sudah semua ilmuwan, itu tidak mungkin berkonspirasi wong agamanya beda, pilihan politiknya beda, golongannya juga beda, rasnya juga berbeda jadi para ilmuwan yang banyak itu harus lebih dipercaya daripada yang satu dua,” kata Haedar. Kita bersyukur, dengan terus bertambahnya warga yang mendapat akses ke internet, Indonesia dan khususnya Jakarta kini telah menjadi ladang subur bagi perusahan-perusahaan perintis .

Sementara, mereka yang tidak percaya mayoritas memiliki pengeluaran per bulan lebih tinggi, yaitu berkisar 5-10 juta (86%), juta (86,1%) dan lebih dari 20 juta (87,3%). “Mayoritas responden yang masih percaya COVID-19 itu konspirasi elit global, berpendidikan SMP 50% dan SMA 30,9%,” kata Eko saat diwawancara DW beberapa waktu lalu. “Sebenarnya tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi peredaran teori konspirasi. Tidak bisa juga mengubah pola pikir orang yang gemar memberikan konspirasi.

“Masak karena tidak melapor , mereka bisa menyimpulkan kita tidak mampu. Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan degree situasi pandemi. Dr Pandu juga menyebut Pemerintah Indonesia tidak belajar, tidak mau belajar dan tidak mau mendengar pendapat para ahli dan pakar kesehatan masyarakat. “Efeknya ketika sakit, beliau enggak mau dibawa ke rumah sakit padahal kondisinya sudah lumayan buruk,” kata Gusman yang juga ‘podcaster’ untuk ‘Belagu Podcast’. Adi menjelaskan, ketika responden diminta memilih antara aktifitas ekonomi atau penanggulangan wabah, masyarakat terbelah. Hasilnya, menurut dia, sebanyak fifty six,7 persen menilai COVID-19 adalah nyata, 20,three persen menganggap virus tersebut merupakan konspirasi, dan 23 persen tidak menjawab.

Namun, rumor mengenai rencana depopulasi Bill Gates dan keterlibatan miliarder itu dalam penyebaran pandemi ialah bagian dari teori konspirasi. Selain itu, stigma buruk sudah mewabah di kalangan masyarakat, terutama pengguna aktif yang berselancar bebas di berbagai media sosial. Tenaga medis menyikapi stigma terhadap pasien Covid-19 dengan tidak mengucilkan dan meyakinkan masyarakat bahwa suspek itu baik-baik saja. Dirinya menimpali pertanyaan mengapa pasien dengan gejala tidak berat tetap harus masuk rumah sakit.

Demikian kajian dan riset yang dilakukan Center for Digital Society Fisipol UGM yang diinisiasi oleh Amelinda Pandu Kusumaningtyas, Iradat Wirid dan beberapa peneliti senior CfDS. Riset berusaha menelaah lebih lanjut mengenai persepsi masyarakat keterkaitan pandangan mereka terhadap Covid-19 dan sumber informasi yang beredar. Semoga pelatihan yang diselenggarakan Comdev BINUS ini mampu menyadarkan masyarakat terkait maraknya berita hoax yang banyak beredar di web. Dia menjelaskan, temuan lain data survei tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih relatif belum membaik dibanding 10 bulan yang lalu saat COVID-19 baru menyerang Indonesia. Jakarta – Survei yang dilakukan Parameter Politik Indonesia menemukan masih cukup banyak orang yang menganggap COVID-19 adalah konspirasi dan hasil rekayasa manusia.

Mengapa banyak konspirasi mengenai covid

Menurut Shan-Lu Liu di Ohio State University mengatakan virus ini berasal dari kelelawar. Jadi, tidak mungkin Corona merupakan virus buatan manusia yang dibuat di dalam laboratorium. Menurut laporan perusahaan analisis media Zignal Labs Togel Deposit Pulsa yang dikutip New York Times, Bill Gates jadi sasaran teori konspirasi sejak awal Januari. Total teori konspirasi yang menghubungkan Bill Gates dengan Covid-19 disinggung dalam 1,2 juta unggahan di media sosial dan siaran televisi.

Sekali lagi ditegaskan, virus Corona bukanlah konspirasi dunia yang ingin memusnahkan umat Islam. Kini, Kashif menekankan kembali pentingnya bagi masyarakat untuk mengecek dari mana asal informasi yang mereka baca guna memastikan mereka tidak membaca atau menyebarkan berita palsu. Sang imam mengatakan, pekan lalu seorang pria datang dan bersikeras bahwa vaksin memang mengandung produk hewani. Namun ketika ia membacanya dengan benar, dia tidak dapat membuktikannya. Dalam upaya menangani beredaranya informasi keliru seputar vaksin itu, seorang imam di Essex di Distrik Braintree, Inggris, menyerukan komunitas Muslim untuk menerima tawaran vaksin Covid-19.