Mengenal Gaslighting Dalam Sebuah Hubungan, Toxic Kah?

Ketika kita membagikan kebenaran dengan orang-orang terdekat, maka kita dapat mengurangi belenggu psikologis dan emosional dari pelaku gaslighting. Tapi ada juga pelaku gaslighting yang sadar akan perbuatannya, dan ia memang berniat melakukan gaslighting tanpa perasaan menyesal. Kalimat ini menyangkal realitas dan perasaan korban, serta menegaskan kendali yang dimiliki pelaku. Dengan mengatakan ini, pelaku menjelaskan bahwa dia enggak melakukan atau mengatakan sesuatu yang salah. Jika kamu merasa seperti terkena gaslighting, cobalah untuk mengidentifikasi masalahnya dan mengenali perilaku gaslighting tersebut. Hindari menebak-nebak diri sendiri atau meragukan setiap keputusan yang kamu buat dan cobalah untuk fokus hanya pada pikiran dan emosimu tanpa pengaruh eksternal.

Ia memakai teknik-teknik manipulasi dan berusaha membuat istrinya gila, salah satunya dengan cara menyalakan api secara berkala di rumah dan mengatakan bahwa sang istri cuma berilusi melihatnya. Perilaku ini termasuk ke dalam kekerasan mental yang membuat korban meragukan dirinya sendiri. Hal ini dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk dari pasangan, rekan kerja, hingga bos atau atasan. Seperti yang diceritakan dalam movie, sang suami sang pelaku “gaslight” secara sistematis mencuci otak istrinya sampai mengira dia akan menjadi gila.

Menurut McNulty, hal ini bisa mengurangi harga diri kita dan membuat si pelaku terlihat lebih benar dan unggul. Kekerasan berbasis gender biasanya dipicu dengan perlakuan subordinasi, dominasi, marginalisasi, dan diskriminasi terhadap jenis kelamin tertentu. Menurut kaum feminis, kekerasan terhadap perempuan sama dengan kekerasan berbasis gender. Perbedaan itu bukan tanpa sebab, karena selama ini kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan terjadi karena relasi gender yang timpang. Kekerasan berbasis gender pula merupakan hasil kontruksi interaksi sosial masyarakat yang bersifat patriarki.

Apa itu gashlighthing

Sangat penting membangun benteng pertahanan diri dan kematangan pikir, agar tidak mudah memakan omongan orang lain, dan punya pendirian sendiri. Pelaku gaslighting sering menuduh korban melakukan hal buruk yang sebenarnya mereka lakukan sendiri. Contohnya, pelaku gaslighting akan menuduh pasangan mereka yang melakukan perselingkuhan yang sebenarnya dilakukannya sendiri. Pelaku gaslighting akan memanipulasi hubungan kita dengan orang-orang penting dalam hidup kita. Contohnya, pelaku akan berusaha meyakinkan jika ibu kita tidak menyayangi kita, saudara kita telah melakukan fitnah, atau teman kita berbohong. Dengan menggunakan penyangkalan yang berulang-ulang, manipulasi, contradiksi, dan kebohongan, sang penyiksa berusaha untuk menggoyahkan kondisi psikologis korban dan melemahkan rasa percaya dirinya.

Perilaku gaslighting yang disengaja ataupun tidak tetap salah satu bentuk manipulasi. Pelaku akan berusaha meyakinkan bahwa perilakunya benar dan perilaku pasangannya salah meski kenyataannya tidak demikian. Perilaku gaslighting ini bisa dikatakan hampir mirip dengan istilah cuci otak. Tidak hanya dalam hubungan pribadi, fenomena gaslightingjuga terjadi dalam hubungan pekerjaan dan lainnya. Namun pada umumnya, pihak wanita sering menjadi korban gaslightingkarena lebih mudah emosional terhadap sesuatu.

Karena sepintar apapun kamu, kamu gak akan bisa beradu argumen dengan pelaku. Orang dengan kepribadian narsistik biasa menjadikan diri mereka sendiri sebagai fokus utama. Mereka merasa penting buat orang lain dan akan menuntut banyak hal apabila mereka gak diperhatikan, gak dipuji, gak dianggap benar, dan gak mendapat atensi.

Jadi, mereka mungkin tidak menyadari betapa berbahayanya hal tersebut. Istilah gaslighting awalnya berasal dari movie ‘Gaslight’ di tahun 1944 yang dibintangi oleh Charles Boyer dan Ingrid Bergman. Film tersebut menceritakan seorang istri yang dimanipulasi oleh suaminya sehingga hampir menjadi gila. Gaslighter akan berbohong dan bertindak terkejut jika Anda mengonfrontasinya dengan kebenaran. Seseorang yang menjadi korban gaslight umumnya tidak pandai menipu, tetapi kebohongan yang dilakukan gaslighter dengan berapi-api seperti itu bisa membuat Anda mempertanyakan mengapa Anda pernah meragukannya. Liputan6.com, Jakarta Gaslighting atau perilaku manipulasi sering terjadi dalam hubungan, baik pertemanan maupun asmara.

Dalam beberapa kasus hasil yang diinginkan adalah untuk merampok korban kewarasannya. Oleh karenanya, pelaku gaslighting sangatlah berbahaya untuk Anda dan jelas memiliki tujuan untuk menjebak kita dalam hubungan yang tidak sehat atau poisonous relationship. Hasilnya, Anda mungkin setuju dengan pasangan Anda dan mengakui bahwa Mesin Slot Anda yang salah mengingat atau bertindak. Kebanyakan kasus gaslighting dimulai dari hal-hal kecil hingga korban mungkin tidak menyadarinya. Berdasarkan pengamatan GAEKON dari situs Psychology Today,gaslighting adalah bentuk manipulasi dan pencucian otak yang dilakukan oleh seseorang untuk membuat korban meragukan dirinya sendiri.

GERBANG JAKARTA. Perseteruan antara Kapten Vincent dengan sang istri Novita Condro menjadi sangat ramai di sosia media. Seorang pelaku gaslighting hanya bisa menarget individu-individu yang sudah sering terlihat lemah dan selalu menurut dengan perkataannya. Kepercayaan diri yang ada bisa ditunjukan dengan berani mengatakan tidak dan pergi dari hadapan pelaku. Dengan begini, pelaku akan merasa kehilangan kekuatan dan kontrolnya. Lagi-lagi, May, seorang anak perempuan yang duduk di bangku kelas 11 SMA dimarahi oleh kedua orangtuanya karena Ia tidak ingin melanjutkan les ballet yang sudah Ia tekuni sejak TK. Menurutnya, mengikuti les ballet bukanlah sesuatu yang Ia inginkan, melainkan hanya obsesi kedua orangtuanya saja.Namun orangtua May tidak bisa menerima pendapatnya dan justru mengecam setiap omongan yang keluar dari mulut May.

Artinya, pelaku gaslighting bisa siapa saja—keluarga, teman, pasangan, atasan, figur publik, maupun orang yang tidak dikenal di media sosial. Gaslighting merupakan bentuk kekerasan dalam hubungan yang menyerang emosi dan mental. Istilah gaslighting pertama kali muncul pada movie Gaslight yang rilis pada 1944. Film ini berkisah tentang kekerasan yang dilakukan suami terhadap istrinya. Saat kamu mengemukakan kekhawatiran atau berbagi perasaan dengan pasangan, mungkin menjadi berpikir dirimu yang salah. Dalam hubungan pernikahan yang sehat, pasangan seharusnya bisa mendengarkan kekhawatiranmu dan membantu mengatasinya.

Apa Itu Abusive Relationship Dan Gaslighting?

Orang-orang yang suka melakukan gaslighting cenderung memiliki gangguan kepribadian narsistik. Gangguan psychological ini membuat mereka Slot Gacor merasa dirinya lebih penting dari orang lain. Mereka tidak akan tertarik dengan hal lain, kecuali hal itu ada hubungannya dengan mereka.

Apa itu gashlighthing

Tindakan gaslighting ditunjukan dengan cara membuat sang istri percaya bahwa dirinya gila dengan membuat perubahan di lingkungan sekitar istrinya. Tidak hanya itu, namun Boyer juga melecehkan dan mengendalikan istrinya. Bagian dari apa yang membuat sulit bagi korban untuk meninggalkan situasi gaslighting adalah bahwa pelaku adalah seseorang yang mereka sayangi, mereka hormati, atau memiliki hubungan dengannya. “Anda mungkin memiliki banyak hal indah yang terjadi dalam hubungan itu,” kata Stern – tetapi tidak ada gunanya jika itu merusak realitas Anda. Gaslighting merupakan bentuk kekerasan emosional yang sering terjadi dalam suatu hubungan baik percintaan, pertemanan, bahkan di lingkup keluarga. Gaslighting adalah bentuk manipulasi dan control psikologis yang berbahaya.

Tentunya, semua menjadi lebih rumit saat Anda menjalin hubungan jangka panjang dengan pelaku gaslighting. Setelah mendapatkan hati korban, biasanya pelaku akan memulai taktik kekerasan emosional mereka dengan cara menghina, mengkritik, gaslighting, mempermalukan, dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk mendapat energy dan kontrol dalam sebuah hubungan. Belum lama ini, sebuah akun media sosial @jerujiemas menghebohkan jagat dunia maya dengan thread yang menceritakan sosok R , yang menjadi korban gaslighting oleh kekasihnya NC . Pelaku pelecehan emosional biasanya akan konsisten melakukannya untuk mendapatkan kendali dan kekuasaan dalam suatu hubungan.

“Jadi karena dia punya sifat narsistik, dia cenderung ingin selalu dianggap benar, sekalipun ia melakukan kesalahan. Nah, untuk menutupi kesalahannya itu, ia harus berbohong berkali-kali sampai akhirnya mampu memanipulasi lawan bicaranya,” paparnya. Untuk memanfaatkan kerentanan, biasanya ini akan terjadi, seperti bilang “Lihatlah semua keluarga membicarakan kamu, mereka ragu dan itu sangat menyedihkan”. Pelaku cenderung memaksa korban untuk mempertanyakan pikiran, ingatan dan peristiwa yang terjadi sekitar mereka. Bahkan seorang korban akan didorong hingga mereka mempertanyakan kewarasan mereka sendiri.

Perselisihan merupakan hal wajar yang terjadi dalam rumah tangga, bagaikan bumbu penyedap. Namun, ketika setiap bertengkar kamu merasa pasangan kamu selalu memotong omongan, dan tidak membiarkanmu berbicara, bisa jadi ini ciri-ciri gaslighting. Karena gaslighting bisa mengganggu kesehatan mentalmu dan juga rumah tanggamu.

Selain itu, kepribadian sosiopat, psikopat, dan diktator juga menjadi penyebab timbulnya gashlighting. Seseorang yang bersikap diktator cenderung lihai dalam memanipulasi keadaaan dan kebohongan menjadi kebenaran. Istilah gaslighting ramai diperbincangkan sejak kemunculan movie yang berjudul Gas Light, yaitu movie adaptasi tahun 1940 dan 1944. Pada film tersebut menceritakan tentang seorang tokoh laki-laki yang melakukan manipulasi kepada istrinya dan meyakinkannya bahwa ia sudah gila.

Alasan gaslighting terjadi Orang mencari kekuasaan dan kendali dalam hubungan karena berbagai alasan, sehingga rasionalisasi untuk gaslighting bervariasi dari setiap kasus. Untuk mendapatkan kendali dan kekuatan, pasangan memanfaatkan perilaku gaslighting dan membuat kita merasa nggak aman. “Ini adalah taktik yang digunakan salah satu pasangan dalam upaya untuk mengerahkan kekuasaan, mendapatkan kendali, dan menimbulkan kerusakan emosional di pihak lain,” imbuh dia. Sulit mempercayai orang lain biasanya merupakan bahaya dari gaslighting dalam hubungan ketika kisah tersebut sudah berakhir. Tidak hanya berbahaya untuk diri sendiri, gaslighting dalam hubungan juga bisa berdampak pada kehidupan sosial Anda.

Korban yang sudah terlanjur terkena brainwashing yang dalam akan mengikuti perkataan pelaku karena pelaku mengancam bahwa mereka akan mengambil hal terpenting mereka. Pelaku akan mengejek dan mencemooh kualitas dirimu agar kamu terlihat lebih rendah dibanding mereka. Setiap anak memiliki sesuatu yang unik dan indah untuk ditawarkan kepada dunia. Kemudian, sempatkan waktu berbagi dengan anak tentang hal-hal yang Mama sukai darinya.

Jika tidak memiliki orang yang bisa kita percayai, jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikiater atau psikolog. Jika kita merasa masih bisa memperbaiki hubungan tersebut dengan berdialog, maka jangan ragu untuk mengkonfrontasi gaslighter. Jika menyadarinya pun, korban terkadang sulit lepas dari jeratan pelaku. Dengan begitu, pelaku dapat mendominasi korban dan mengontrol pikirannya sesuai keinginannya.

Eleven Tanda Bahwa Pacar Kamu Melakukan Gaslighting

Akui bahwa apa yang Anda rasakan adalah apa yang Anda rasakan sehingga Anda dapat mengambil tindakan apapun yang perlu dilakukan agar Anda merasa lebih baik. Padahal hal tersebut bukan salah diri sendiri dan bukan kamu awal masalahnya. Kamu hanya dimanipulasi agar melihat diri sendiri sebagai sosok yang buruk dan tidak berguna. Jika terlambat menyadari kondisi tersebut, maka kamu akan cenderung menyerahkan hak dan kekuasaan ke dia. Kamu akan mulai menyalahkan diri jika merasa tidak mampu membantu dia. Korban akan merasa bahwa dirinya selalu salah di mata orang lain, tidak pernah didengarkan pendapatnya, serta merasa dimanfaatkan dan selalu diatur.

Apa itu gashlighthing

Tindakan berbohong ini diulangi secara terus menerus untuk menyerang, mengendalikan pembicaraan, dan mendominasi hubungan. Dikutip dari halodoc, istilah “gaslighting” berasal dari sebuah film pada tahun 1940-an yang berjudul Gaslight. Film ini menceritakan seorang suami licik yang diperankan oleh Charles Boyer yang memanipulasi Situs Bola Online dan menyiksa istrinya yang perankan oleh Ingrid Bergman, bahwa dia akan gila. Sebagai orang yang berada di sekitar korban dan pelaku, kita dapat menjadi pendengar yang baik bagi korban. Kita juga dapat meminta korban mengomunikasikan pikiran dan perasannya pada pelaku, dengan harapan pelaku dapat sadar dan memperbaiki perilakunya.

Lelucon ini akan dianggap biasa saja oleh gashlighter, namun menyakiti korbannya. Penyangkalan yang dilakukan membuat korban menjadi bingung dan serba salah sehingga, korban gashlightingsulit membedakan antara kebenaran dan kebohongan. Tujuan dari penyangkalan ini adalah untuk meyakinkan korban bahwa ia yang benar. Awalnya, gashlightermelakukan kebohongan kecil yang lama kelamaan menjadi kebohongan besar.

“Ini penyalahgunaan kekuasaan untuk mendominasi orang lain,” kata Patricia Pitta, terapis hubungan, seperti dilansir dari Men’s Health. Disadari atau tidak, efeknya bahaya dan deadly untuk kondisi batin korban. Bukan hanya sebentar, tapi juga akan sangat lama sampai pelakunya sendiri sudah tidak mengingatnya. Misalnya terkait dengan risiko atau tanggung jawab, pelaku sebisa mungkin akan menyangkal dengan pembelaan diri yang sebenarnya kesaksian palsu.

Sang istri pun berjuang untuk melindungi identitasnya, sementara suaminya dengan kejam mencoba memanipulasinya. Pasangan kamu sebenarnya tidak ingin dibebankan dengan tanggung jawab terhadap atas tindakan yang dia lakukan. Sementara itu, kamu terlalu banyak menguras energi dengan mencoba menjelaskan perasaan kamu agar pasangan dapat memutuskan apakah perasaan kamu itu benar atau salah. Akibatnya, sang istri pun terus meragukan dirinya sendiri, perasaan, persepsi serta ingatannya.

Seorang pelaku gaslightinghanya dapat melancarkan aksinya saat korban tidak sadar dengan apa yang sedang diperbuatnya. Surabaya (beritajatim.com) – Kasus kelainan seksual yang berujung pada pelecehan dan kekerasan baik fisik, psychological, maupun seksual banyak terjadi akhir-akhir ini. Bahkan korban tidak hanya dari kaum hawa, melainkan juga banyak kaum adam yang menjadi korban pelecehan seksual. Setelah investigasi dilakukan, diketahui bahwa semua ‘pasien’ memiliki satu persamaan, yaitu telah dimanipulasi oleh orang-orang terdekat mereka.

Saat seperti itu, pasangan mungkin akan mengubah topik pembicaraan dengan membicarakan hal-hal yang sudah kamu lakukan, bukannya membahas apa yang dia perbuat. Dalam hal ini, pasangan bisa saja meremehkan kamu atau menganggap kamu terlalu sensitif sebagai bentuk menghindari tanggung jawab. Selain itu, di saat kamu tahu dia berbohong, dia bisa berperilaku sangat meyakinkan sehingga pada akhirnya kamulah yang mulai meragukan diri kamu sendiri.