Mengapa Orang Melakukan Gaslighting? Psikolog Ungkap Alasannya

Gaslighting sering kali dilakukan karena ia ingin memegang kendali atau mendominasi pasangan secara psikologis. Tidak terikat oleh gender, usia, atau hal lainnya, siapapun bisa menjadi korban dan pelaku dari fenoma gaslighting ini. Penting banget untuk tau polanya, ketika orang lain sering bohong dan keliatannya mencoba buat ngontrol fikiran kita, disitu kita harus mulai hati – hati. Terus penting juga buat nemuin suport system yang bener bener tulus ngasih dukungan buat kita dan ngebantu untuk improve diri kita, terakhir tentunya pergi ke psikolog profesional untuk penanganan yang lebih tepat. “Banyak orang selingkuh tidak berpikir mereka akan mencari cara untuk membuat selingkuhannya pergi atau berpura-pura itu tidak pernah terjadi,” ucap McNulty.

Apa itu gashlighthing

Sangat penting untuk merayakan keberhasilan anak dan mengakui pekerjaan yang ia lakukan untuk mencapai tujuannya. Dilansir dari Mindbodygreen.com, dalam banyak kasus, perilaku tersebut dianggap respons terhadap pengasuhan mereka sendiri. Gaslighting juga bisa ditunjukkan sebagai omelan orangtua, misalnya tentang betapa kasar, egois, tidak tahu berterima kasih, atau dramatisnya anak.

Berbagai macam cek cok ataupun pertengkaran selalu dialami hanya demi menyatukan pendapat dan tujuan yang sama. Karena hal inilah disarankan adanya komunikasi dan mengenal karakter pasangan terlebih dahulu agar dapat terhindar dari kecenderungan pasangan memiliki gangguan kesehatan psychological Slot Online seperti gaslighting. Gaslighting ini kerap terjadi di berbagai hubungan, termasuk di lingkungan rumah tangga. Meski demikian, korban cenderung tidak sadar saat dia mendapat perlakuan seperti ini.

Itu membuat mereka melakukan hal-hal yang bukan keinginannya sendiri. Perilaku ini adalah bentuk dari kekerasan mental yang menyerang psikologis korban. Fimela.com, Jakarta Sebagian besar dari kita bersalah karena tidak mengenali perilaku beracun atau kasar dari orang-orang terutama orang yang kita cintai. Kita cenderung memberi mereka keuntungan dari keraguan banyak waktu dan menempatkan perasaan serta emosi kita di belakang ketika mereka menyakiti kita. Salah satu bentuk pelecehan emosional yang kebanyakan orang tidak sadari adalah gaslighting.

Sebelumnya, Zak juga pernah membahas kesehatan psychological ayahnya dalam The Dr Oz Show pada November 2020. Ayah dua anak itu melanjutkan tentang bagaimana dia untuk melakukan pekerjaan advokasi kesehatan mental yang membuatnya melalui kesulitannya sendiri dengan depresi. “Saya hanya muak dan lelah mencoba mengobati diri sendiri menggunakan cara yang berbahaya,” kata Zak. Dia lalu menemukan kenyamanan dalam program 12 langkah dan terapi kelompok. Mereka memiliki sudut pandang mutlak kehidupan dan masa depan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain, kecuali saat mereka akan menggunakan orang lain demi mendapatkan sesuatu untuk diri sendiri.

Karena itu, jika kamu mulai meragukan realitas kamu hingga merasa kehilangan realitas tersebut, hal itu merupakan tanda gaslighting dalam hubungan. Amber Gordon menjelaskan bahwa begitu seorang pasangan memperkenalkan gaslighting ke dalam suatu hubungan dan berhasil menggunakannya sebagai teknik manipulasi, mereka akan melanggengkan sebuah siklus. Itu berarti perilaku gaslighting kemungkinan akan terus berlanjut dan bahkan bisa menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu dan terulang dalam jangka panjang. Namun, terlepas dari dinamika berbeda yang secara alami ada dalam setiap hubungan dan tingkat keparahan gaslighting yang berpotensi terjadi, ada siklus khas yang sering terjadi pada gaslighting. “Faktor utama yang membuat seseorang terjebak dalam hubungan gaslighting adalah rasa tidak aman, sehingga menimbulkan ketergantungan pada pelaku. Semakin dekat hubungan private kedua individu, semakin riskan pula korban dimanipulasi oleh pelaku.

Tujuannya supaya komunikasi bisa lancar sekaligus menghindarkan diri dari kecenderungan pasangan yang punya gangguan kesehatan mental tertentu, kayak gaslighting. @jcomp by way of FreepikTanda gaslighting dalam hubungan lainnya adalah kecenderungan untuk meremehkan perasaan serta pikiran kamu. Hal ini sendiri biasanya dilakukan untuk memperoleh kekuasaan penuh atas diri kamu.

TEMPO.CO, Jakarta – Apakah Anda pernah mendengar hubungan gaslighting Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan unggahan di akun Twitter @jerujiemas. Dalam sebuah tulisan panjang, akun tersebut bercerita soal kasusasmaradari pasangan NC dan R . Korban biasanya akan merasakan banyak penderitaan secara mental, emosional dan kejiwaan salah satunya bentuknya adalah merasa bersalah hingga mengutuk dirinya sendiri. Lina juga menambahkan bahwa pelaku atau gaslighter bahkan mampu membuat kepercayaan diri korban rusak, dan akhirnya membenarkan semua perkataan bahkan kebohongan yang diucapkan pelaku. Sebagai taktik manipulasi, gaslighter akan memperlakukanmu dengan kelembutan dan kebaikan.

Anda harus keluar dari pengaruh gaslighter dan membuat perspektif Anda dipahami,” tutur dia. Menurut terapis Gottman Mike McNulty, gaslightingbisa merusak kepercayaan diri seseorang dan apa yang mereka yakini. Hal ini juga membuat korban mengarahkan mereka melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan. Misalnya si pelaku menuduh pasangannya berbohong, kemungkinan besar pelaku sendiri yang sebenarnya sering berbohong. Seseorang yang melakukan gaslighting cenderung bersikap manipulatif dan penuh taktik yang rumit dan menjadikan pasangannya jadi korban. Ia akan berbohong dan menetapkan kebohongan tersebut sebagai kebenaran untuk membingungkan korbannya.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat membantumu lebih paham soal gaslighting. Gaslighters kan menyangkal hal apapun yang dikatakan korbannya, walaupun korban tersebut memiliki bukti yang jelas. Mereka akan terus menyangkal sampai korban merasa bahwa gaslighter-lah yang benar dan korban akan terus mempertanyakan realitas dirinya hingga akhirnya percaya pada kebohongan yang gaslighter perbuat. Seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya, mempelajari kelemahan-kelemahanmu adalah salah satu komponen yang membantu pelaku melanggengkan taktik gaslighting-nya.